Minggu, 01 Desember 2013

Skema Voltage Stabilizer Utk Mobil/Motor

Hai broo, salam pertamax......ketemu lg kl ni aq mau berbagi skema ok.................langsung aja ni bg sobat yg ingin buat voltage stabilizer utk mobil/motor ikuti aja skema gambar dibawah ni:
  
Dibawah ni layout komponen pada PCB tampak atas:
 Dibawah ni layout komponen pada PCB tampak belakang :
Componen yang diperlukan:
  • 4 x 3.300uF / 16volt
  • 4 x 4.700uF / 16volt
  • 5 x 1.000uF / 16volt
  • 8 x 4.7uF / 16volt
  • 1 x 10nF
  • 1 x LED
  • 1 x Resistor 1K ohm
  • PCB Universal
  • Terminal ring 2 set
  • Kabel-kabel
Cara  Kerja:
Rangkaian ini bekerja sebagai peredam noise voltage, dimana setiap besaran kelompok capacitor meredam noise yang berbeda-beda. Itu sebabnya digunakan beberapa kelompok capacitor dengan besaran yang berbeda-beda. Semakin kecil nilai Capacitance nya, maka semakin tinggi frequency yang akan diredam dari sistem kelistrikan yang terpasang Voltage Stabilizer ini.
Umumnya cacat / noise voltage itu muncul dari Alternator/generator/magneto dan Sistem pengapian (CDI, dsb), ini yang perlu diperbaiki agar kualitas listriknya menjadi baik.
Voltage Stabilizer berbeda fungsi dengan Capacitor Bank yang biasa digunakan untuk Sistem Audio Mobil, Capacitor Bank berfungsi untuk memperdekat sumber tegangan (accu) supaya tidak drop saat terjadi kejutan daya yang besar secara tiba-tiba dari sound system. (akibat kabel telat menyalurkan daya dari accu).

kesulitan solusi daya pada motor anda?,, mangga di tongkrong dulu

Kendaraan ( sepeda motor ) dibagi menjadi 2 system kelistrikan AC dan DC. Yang tampak lebih jelas membedakan mana yang system AC, mana yang system DC adalah, saat lampu depan ( head lamp) menyala.Pada system AC, lampu depan akan menyala hanya pada saat mesin kendaraan dihidupkan. ( misalnya pada kebanyakkan motor matic, motor bebek dll, sedangkan system DC ( yg saya ketahui ) terdapat pada Thunder, Tiger, Vixion. Sepeda Motor dengan syetem DC,system kelistrikannya lebih baik daripada system AC makanya banyak pemilik motor system AC ingin meubah menjadi system DC, seiring dengan banyaknya accessories menggunakan sumber daya DC yang cukup besar memerlukan daya misalnya lampu HID,Sirine, Klakson , Sound System dll, sehingga banyak bermunculan pula permintaan cara-cara membuat menjadi DC, menjual alat accessories hingga perlunya memasang stabilizer, regulator, dobel aki, dobel kiprok dll… Secara fungsional akan lebih baik dengan adanya tambahan alat-alat tersebut…Saya sendiri bingung, apakah semua cocok dipasang disetiap motor ? Kalau berbeda, alat mana yang cocok ? Apa benar alat tersebut wajib dipasang ? Yang tidak kalah penting yang semestinya menjadi pertimbangan juga adalah , apakah sesuai hasil dan manfaat yg didapat dengan biaya yang harus dikeluarkan ? Pertanyaan – pertanyaan tersebut yang sering saya ajukan kepada pelanggan sebelum memutuskan untuk memilih. Begitu banyak merk, jenis dan macam serta fungsi accessories yang dijual, sehingga kita dibuat bingung accesories apa yang cocok untuk kebutuhan motor kita .

Dalam tulisan ini mengajak pengguna motor system AC khususnya untuk melihat lebih jauh kedepan. Apa yg sebenarnya peralatan apa yang kita butuhkan, sesuai dengan kebutuhan motor kita.

Kalau ingin memasang alat yg memerlukan beban tinggi , lampu HID misalnya…Kenapa ( yg pernah dengar ) harus memasang dobel aki ? Yang akhirnya merembet memodifikasi yang lain juga. Harus ubah jadi Full DC….Dobel kiprok …Tujuannya supaya aki ngga Drop ? Oke deh.. Berikut adalah pemikiran saya, setiap orang tentu punya pemikiran yang berbeda....Khan kita menghidupkan lampu depan biasanya pada saat mengendarai motor.. artinya pada saat mesin motor hidup…Saat sedang berhenti, mesin mati tidak perlu menyalakan lampu depan khan ? Nah….Kalau motor dalam keadaan hidup otomatis generator ( spul) akan mengeluarkan listrik…. Nah, kalau HID itu memerlukan tegangan DC… kenapa ngga dibuat saja alat ( adaptor ) dari AC ke DC seperti halnya peralatan listrik di rumah ? Takut tegangan AC ngga stabil??? Bikin dong yang namanya Regulator ( penstabil tegangan ) …Jadi dengan tegangan AC yang sudah menjadi DC Regulated, bisa menggantikan tegangan DC dari Aki, makanya… di motor tidak perlu pasang dobel aki hanya untuk menghidupkan HID. Selain masalah ruang yang terbatas, juga tidak perlu “memaksa” aki bekerja melebihi kemampuannya. Kalau HID perlu arus 3-4Ampere… Mudah saja untuk membuat regulator 5-10 Ampere. Ada yg mau pesan dan mencoba?

Syarat mutlak sebagai sumber tenaga utama, Spul harus mampu memenuhi tegangan dan arus yang dibutuhkan oleh beban .Silahkan bertanya ke bengkel terdekat, bagaimana cara memaksimalkan Spul supaya bisa bekerja lebih baik. Sedangkan perkabelan ( wiring diagram) pemasangan Regulator seperti dibawah ini.




Disisi lain .pengakuan beberapa pelanggan… spul sdh di modif, tapi tegangan terlalu tinggi, sehingga arus charging ke aki juga tinggi. Kalau kondisi ini tidak dikontrol, jika menggunakan aki basah… akibatnya air aki menjadi cepat kering… kalau menggunakan aki kering…. Aki menjadi kembung…Lebih eksrimnya, saya pernah mendengar, ada kecelakaan karena akibat aki meledak… Nah lho ??? Koq bisa ya ? Mungkin itu sebabnya.. Serba salah ya. tegangan kurang, aki ngga cepat penuh, drop semua.. Tegangan terlalu tinggi, bingung membuangnya. Untuk memecahkan masalah tersebut, saya baru saja membuat prototype, ( jadi masih belum bisa membuat casing yg kompak, tahan air juga panas karena menggunakan heatsink) namanya Automatic Accu Charger. Dalam pengetesan saya menggunakan trafo adaptor listrik di rumah dengan tegangan sekitar +16 VDC/10A arus pengisian ke aki sekitar 1A, ini masih kecil sehingga aki 12V/4AH akan lama fullnya. Kemudian tegangan saya naikkan menjadi +24VDC . Saat aki kosong , diukur arus charge 3A lebih…dalam waktu sekitar 1 jam aki cuma hangat, arus pengisian turun menjadi sekitar 0.5A.. Saya rasa alat ini bekerja. Aki sdh mulai penuh dan arus pengisian juga ikut turun. Kondisi ini akan aman bagi aki. Sewaktu aki belum penuh, saya coba beri beban menggunakan lampu H4 55/60W… Disitu terukur arus ke lampu sekitar 5A. Artinya, saat aki kosong atau sedang dicharge alat ini mampu men-drive daya hingga 5A ( menurut data komponen bisa sampai 12A) . Jadi walau aki belum penuh, alat ini berfungsi ganda. Mendrive beban yg cukup besar tidak harus menunggu aki penuh dulu baru bisa dipakai untuk menghidupkan beban yg besar.




Saya juga pernah mendengar pasang Capacitor Bank. Untuk apa ? Katanya untuk menyimpan arus sementara. Hmm…benar memang tapi menurut saya, kecil sekali power yg bisa disimpan, dan cuma sesaat. Saya pernah menunjukkan kepada konsumen menyimpan arus menggunakan capasitor 2200uF dengan beban 1 bh LED. Hanya beberapa detik, LED bisa menyala. Beban saya ganti dgn bohlam sein , bohlam sein tidak sampai bisa menyala penuh, sdh mati, artinya daya dari capasitor sdh kebuang sebelum sempat menyalakan bohlam. Dengan Capacitor Bank , mungkin bisa mengumpulkan daya lebih banyak, tapi dengan harga yg hampir sama dengan sebuah aki , kenapa tidak sekalian saja beli aki baru , yg jelas – jelas bisa menyimpan power lebih banyak dan lama ?

Dobel aki ??? Untuk menambah daya ok…bagus.. daya jadi tambah… tapi kalau tidak di imbangi dgn pengisian yg juga dobel… maka sia-sia saja menambah kapasitas AH, atau memasang 2bh aki. Apa lagi kalau sekedar ikut-ikutan membuat dobel aki, sementara beban listrik kendaraan masih standar. Akan membuang – buang biaya saja.

Jadi dengan opini saya diatas, apa perlu dobel aki ? Kembali berpulang kepada pilihan pembaca. Semua cara diatas juga tidak akan berfungsi jika sumber listrik utama ( generator / spul ) kurang memberi tegangan dan arus yg cukup karena alat yg saya sebutkan diatas, memerlukan tegangan +DC yg cukup tinggi, diatas tegangan aki ( minimum +15VDC ) , sehingga arus pengisian cukup besar serta fungsi regulator bisa bekerja dgn baik. Untuk meubah hingga tegangan bisa tinggi dan arus juga cukup besar silahkan menghubungi bengkel terdekat.

Mengganti system menjadi Full DC ? Kalau kendaraan sudah menggunakan system DC, cara ini tidak diperlukan lagi, tapi kendaraan yg system AC ingin meubah menjadi Full DC ??? Dengan pandangan saya diatas, bahwa kebanyakkan kita menggunakan alat-alat atau instrument kendaraan justru saat kita berkendara, saat mesin hidup , bukan pada saat berhenti . Jadi kira – kira apa masih diperlukan “harus” mengganti menjadi system Full DC ?

Kepada pelanggan saya selalu mengajak untuk menghitung sumber daya yang dihasilkan dengan daya yang dikeluarkan. Jika mungkin, memodif spul hingga mampu mengeluarkan daya yang lebih besar dari beban yang dikeluarkan. Namun jika sumber daya utama ( spul) lemah tapi kita ingin menembah sesuatu selain yang standar, maka kita mesti berhemat disisi yang lain misalnya dengan mengganti bohlam dan indikator speedometer, lampu sein atau rem dengan lampu LED.Selain hemat daya, dengan menggunakan LED, kendaraan juga akan kelihatan lebih “hidup”.

Dengan intensitas cahaya yang hampir sama, LED sangat banyak menghemat daya. Sebagai perbandingan , 1 bohlam sein ( 9Watt) sama dengan ( 1 led = 20mA x 3V=60mW) 9W = 9000mW : 60mW = 150 bh LED…. Bayangkan jika 1 lampu lampu rem ( 20W) sama dengan berapa led ? Yang pasti banyak….

Kalau kita mengganti 1bh lampu sein dengan sekitar 4led ( yang sering saya pasang di motor bebek), atau sekitar 16 led di sein motor “lelaki”. Lampu rem + lampu malam paling banyak 70 led berapa watt daya yg dihemat disamping keuntungan “ fancy ” yg didapat ?

Pelanggan bertanya… berapa watt pasang LED untuk lampu rem, sein, dan accs LED lain? Saya bilang… ngga usah dihitung, yang pasti wattnya kecil. Silahkan pasang sebanyak – banyaknya, hehehe….

Skema Kapasitor di Motor

Sebagian orang menjawab : Sebagai tempat penstabil arus muatan listrik yang baru untuk kemudian disalurkan. Dipakai agar supaya aki tidak gampang tekor, karena arus yang diambil sebagai awalan itu dari Kapasitor bank, bukan dari aki langsung.

Biasa Kapasitor bank ini oleh para CAR Audio Mania.
yang diperlukan hanya :Kapasitor, kabel, sikring & Relay (bisa pake/tidak)
Kapasitor ada di toko elektronik.

Kata akang Wira Sentosa dari SACH (Specialist Auto Colour Speedo) di Pondok Gede, Bekasi "Untuk di motor sih cukup pakai kapasitor bank 0,5 farad (f). Dapat melayani pemakaian arus sampai 500 watt. Tetapi jangan lupa kalau beli, pastikan tegangannya harus 12 volt"
Untuk mencarinya tinggal datangi toko audio. Harga tergantung merek, buatan Taiwan berkisar Rp 450-600 ribu. “Sanggup melayani sekaligus lampu, audio, klakson, rotator sampai spot light,”



Sekarang coba kita pasang. seperti part elektronik biasa lainnya Kaki kapasitor ada dua yaitu: Kaki negatif (-) disambung ke kabel dengan panjang secukupnya dihubungkan ke Negatif Aki (-) atau rangka motor sebagai massa.
Kaki positif (+) untuk setrum. Kaki positif (+) disambung dengan kabel juga disambung kekaki relay nomor 87.
Lanjut pasang relay yang sebenarnya buat menghentikan kerja kapasitor waktu mesin dalam keadaan mati. Kaki relay ada nomor 30, 85, 86 dan 87.
Kaki nomor 30 dihubungkan ke terminal positif aki. Kaki nomor nomor 86 menggunakan kabel dihubungkan menuju massa bodi. Kaki nomor 85 dihubungkan menuju kabel kunci kontak positif (+ ). Khusus di Scorpio kabelnya oranye coklat.




atau bisa juga dengan memasangan kabel plus (+) dan minus (-) dari aki dipasang ke terminal + dan – di kapasitor. Begitu juga dengan kabel yang semula ngambil langsung dari aki dipindahkan ke terminal kapasitor (lihat skema). “Enggak sulit kok masangnya, tinggal dipararelkan,”

Karena ukuran kapasitor yang lumayan besar, sebaiknya ditaruh ditempat yang tidak terlalu mengganggu tapi juga enak dilihat.
selamat mencoba ya bro...

Selasa, 26 November 2013

Cara Meningkatkan Rating Komputer pada Win7

Awalnya sih saya bingung, ko bisa rating netbook temen-temen saya bisa lebih tinggi dari rating netbook saya. Padahalkan Specifikasinya tidak jauh beda!
Selidik demi selidik saya semakin penasaran. Lalu bertanyalah saya pada “MBAH GOOGLE”!heeeeeeee”
SAYA :         “mbah gimana si cara meningkatkan rating pada win7?”
MBAH GOOGLE     :         “ngene le tak ajarke” (dengan nada khas kejawen) hehehe”
Langsung ja sob ni dia cara-caranya     :
1.     Masuk ke partisi System (normalnya C)
2.    Pilih folder WINDOWS
3.    Masuk ke folder PERFORMANCE
4.    Masuk ke folder WinSAT
5.    Cari file “Formal.Assessment (Recent).WinSAT.XML” (biasanya terletak paling bawah)


                         
6.    Cut file tersebut ke desktop (terserah mau di pindahkan kemana, yang jelas terkadang file tersebut tidak bisa kita edit pada folder asal)
7.    Edit file yang telah kita pindahkan ke desktop tadi dengan cara “klik kanan” pilih “edit” (dengan notepad)
8.    Pilih “edit” lalu “find next” ketikkan <WinSPR>
9.    Akan muncul rating PC anda, ubah sesuai selera anda (dalam hal ini rating saya menjadi 7.4)
              
10. Lalu tinggal kita save dan kita cut lagi file tersebut pada tembap asalnya.
Hasilnya :
Sekian, terima kasih!!!

masalah sein?

Banyak yang pasang bohlam sein model LED. Namun enggak mau kedip. Tak ayal pemilik motor bingung. Menurut Wira Sentosa dari SACS spesialis peramu lampu LED memang bisa begitu. Apa sebabnya?
Karena beda watt bohlam LED dan bohlam biasa sangat jauh. “Satu LED besar, hanya 0,007 ~ 0,008 watt. Kalau pakai 5 jumlahnya masih di jauh bawah 1 bohlam sein asli yang 5 watt. “Karena sangat kecil, akibatnya flasher tak bisa mengirim sekaligus membagi arus. Membuat lampu sein tidak bisa berkedip,” ucap pria dari Jl. Raya Pondok Gede, Jakarta Timur.
Saran Wira, biar lampu sein model LED berkedip normal, pilihannya ada 2. Pertama, ganti flasher khusus buat lampu LED yang dijual di pasaran. Cara lain kabel positif-negatif ke lampu sein dikasih beban lagi. Sehingga setrum ke lampu LED tetap tersedia tanpa mengurangi beban arus ke sein.
Tambah beban di kabel sein masih bisa pakai flasher asli dan tak harus ganti flasher khusus LED. Sebab arus listrik dari flasher leih dulu ke beban tambahan, sebelum lebihan arus dialirkan ke lampu LED. Makanya flasher masih bisa bikin lampu sein berkedip.
“Tambah beban bisa pakai bohlam asli di tiap kabel sein. Paling gampang dari kabel lampu sein dicabang soket lampu LED. Lalu lampu sein asli bisa diumpetkan di cover bodi. Biar aman, soket lampu sein asli diamankan pakai isolasi,” wanti Wira yang juga jual flasher khusus LED untuk semua motor seharga Rp 25 ribuan. Ayo pilih mana?

Senin, 25 November 2013

BIKIN LAMPU SEIN NYALA BERSAMA ( HAZARD )

membuat lampu sein dimotor supaya nyala bersamaan dan berkedip-kedip tetapi tidak mempengaruhi fungsi sein nya apabila kita mau belok ke kiri atau ke kanan. 
Yang blom tau, hazard adalah tanda bahaya/darurat, kalo di kendaraan bermotor, umumnya roda empat, tanda hazard berupa keempat sein menyala berbarengan.
Cara pertama, simpel & vulgar
Kebanyakan user rela memodifikasi fungsi sein ke hazard dengan men”jumper” kedua jalur sein kiri & kanan. Tentu aja fungsi sein nggak ada lagi, karena meski saklar sein di-klik ke kanan/kiri, tetap keempat lampu sein nyala berbarengan. Dulunya saya pakai trik ini  Kendalanya, cukup repot kalo mau berbelok arah karena pengendara lain nggak tau ke mana kita mau berbelok. Dan tentu cara ini menyalahi peraturan lalin. Jadi, lupakan! 
Cara kedua, masih tergolong simpel …
Mirip seperti cara pertama tapi kali ini menggunakan saklar tambahan yang dikhusus tuk menyalakan hazard. Saklar yang digunakan bertipe DPST (dual-pole single-throw) … saklar ini punya 4 terminal.
Sein+Hazard sederhana
Dengan cara di atas, fungsi sein masih bisa digunakan. Kendalanya, kalo hazard sedang aktif, fungsi sein nggak bisa digunakan. Jadi kalo mau berbelok arah, hazard harus dimatikan dahulu (dengan meng-klik sakelar hazard), kemudian klik sakelar sein untuk menyalakan sein … Kadang ribet juga :D
Cara ketiga, dengan menggunakan modul (rangkaian elektronik) khusus untuk mengendalikan fungsi sein dan hazard. Modalnya nggak banyak … cuma perlu:
2 buah relay DPDT (dual-pole dual-throw) 8-kaki …
Relay DPDT 8-pin
… 2 butir resistor 82~100 ohm 1/4 watt …

Resistor 82 ohm
… 4 butir diode rectifier 1A (saran saya, gunakan yang 1.5A atau 3A) …

Diode rectifier 1A
… 1 buah saklar SPST (single-pole single-throw) …

Sakelar SPST (OFF-ON)
beberapa potong kabel (kalo bisa warnanya sama seperti warna kabel-kabel di motor), sekeping kecil PCB polos satu layer (ukuran 4.5X3.0 cm), dan boks untuk menyimpan rangkaian/modul.
Ini print-out PCBnya (format CorelDRAW X4) … langsung print, cetak ke PCB, dan rakit komponennya :)
novaera_sein-hazard (rename .doc menjadi .cdr)
Ini layout rangkaian dan wiring-nya …
Sein+Hazard Layout
Setelah rangkaian selesai dirakit, saatnya instalasi di motor … Ini contoh pemasangan modul “Sein-Hazard” di motor Honda :)
Instalasi modul "Sein+Hazard"
Nah, dengan modul ini, ketika hazard sedang menyala, trus saklar sein dinyalakan, hazard akan OFF sementara, dan kemudian otomatis menyala kembali ketika sein dimatikan. Jadi nggak harus mematikan hazard terlebih dahulu untuk menyalakan sein.

penggunaan dan pemeliharaan flasher

Flasher

Flasher adalah komponen pemberi sinyal positif (+) yang memiliki frekuensi tetap, misalnya 2,5 kali per detik. Karena flasher memberikan sinyal positif (+), maka bohlam yang mendapat sinyal positif (+) dari flasher tersebut akan hidup dengan sendirinya.[2]
Pada umumnya flasher memiliki dua tipe:
1. Flasher electronic
Dalam prosesnya flasher electronic memanfaatkan rangkaian timer/rangkaian flip-flop yang dapat memberikan sinyal on/off.[2]
2. Flasher bimetal
Flasher bimetal memanfaatkan pemuaian metal akibat dari pemanasan. Cara kerjanya cukup sederhana, plat warna merah mengalami pemanasan akibat adanya kumparan yang melilit plat warna merah tersebut. Ketika memuai maka plat akan melengkung yang mengakibatkan terminal kontak berpisah. Ketika terminal kontak berpisah maka plat akan mengalami pendinginan dan mulai menyusut. Ketika plat menyusut, terminal kontak akan kembali bersentuhan yang mengakibtakan terjadi arus pemanasan lagi. Begitu terus berulang-ulang hingga dimatikan.[2]

Saklar sein

Saklar merupakan sebuah perangkat yang berfungsi untuk memutuskan atau menghubungkan aliran listrik. Saklar pada sein bertugas untuk membagi sinyal positif (+) dari flasher yang akan ditujukan untuk bohlam kanan atau kiri. Saklar sein pada umumnya terdiri atas tiga terminal, yaitu satu terminal yang berada di tengah dan dua terminal pembagi yang berada di kiri dan kanan. Alat ini bekerja sesuai dengan perintah, ketika saklar di geser ke kanan maka terminal yang berada di tengah akan menyalurkan sinyal positif (+) ke terminal sebelah kanan yang kemudian diteruskan ke bohlam kanan. Sehingga lampu sein sebelah kanan akan menyala berkedip-kedip. Begitu juga sebaliknya, jika saklar di geser ke kiri maka terminal yang berada di tengah akan menyalurkan sinyal positif (+) ke terminal sebelah kiri yang kemudian diteruskan ke bohlam bagian kiri. Sehingga menyalalah lampu sein sebelah kiri.[2]

Bohlam

Bohlam merupakan satu dari komponen lampu sein. Karena jika tidak ada bohlam maka lampu sein tidak akan menyala walau saklarnya dihidupkan. Setiap bohlam memiiliki spesifikasi yang berbeda. Jadi seandainya bohlam rusak atau mati, diganti dengan bohlam yang memiliki spesifikasi yang sama. Karena jika watt dari bohlam yang diganti lebih kecil akan terjadi kedipan yang lebih cepat dari biasanya. Atau jika diganti dengan watt yang lebih besar maka akan merusak flasher.[2]

Kegunaan

1. Sebagai tanda belok
Ketika berada dalam tikungan, pertigaan, atau perempatan pengguna kendaraan wajib memberikan tanda sein kemana mereka akan menuju selanjutnya. Ini berfungsi untuk memberitahu atau memberikan suatu isyarat kepada pengendara lain baik yang di depan, belakang, maupun yang di samping agar tidak menyalip dari arah tertentu.[3]
2. Sebagai tanda untuk mendahului kendaraan di depan
Ketika pengguna kendaraan ingin menyalip kendaraan lain di depan yang lebih lambat, maka wajib memberikan tanda sein agar pengguna kendaraan yang di depan bisa melihat isyarat yang dimaksudkan.[3]
3. Sebagai tanda informasi untuk kendaraan dari arah berlawanan
Ketika pengguna kendaraan melihat kendaraan lain dari arah berlawanan sedang berada dalam jalurnya dan berada dalam jarak yang cukup dekat maka pengguna kendaraan wajib memberikan tanda sein kepada kendaraan lain dari arah berlawanan tersebut untuk segera keluar dari jalurnya. Sehingga tidak terjadi kecelakaan akibat tabrakan dari arah berlawanan.[3]
4. Sebagai tanda pindah jalur
Ketika pengguna kendaraan sedang berada dalam jalur dari jalan yang mempunyai beberapa jalur, dan akan pindah ke jalur lainnya di jalan yang sama maka wajib memberikan tanda sein agar pengguna kendaraan lainnya yang ada di belakang maupun yang dari arah berlawanan tahu dan tidak menyalip terlebih dahulu. Ini sangat penting agar tidak terjadi kecelakaan yang diakibatkan oleh kesalahpahaman antar pengguna kendaraan.[3]

Lampu Hazard

Lampu Hazard sering dikaitkan dengan lampu sein karena berada pada tempat yang sama. Bedanya ketika lampu hazard dihidupkan maka lampu sein kanan kiri akan hidup secara bersamaan. Dan ketika lampu hazard ini dihidupkan maka penggunaan lampu sein tidak akan berfungsi karena tertutup oleh lampu hazard yang sedang menyala. Lampu hazard adalah lampu yang khusus digunakan ketika sebuah mobil atau kendaraan sedang mengalami masalah. Dengan menghidupkan lampu hazard, mobil atau kendaraan yang sedang mengalami masalah dapat memberikan isyarat kepada pengguna kendaraan lain bahwa kendaraan sedang mengalami masalah.[4] Penggunaan lampu hazard sangat disarankan digunakan ketika mobil atau kendaraan dalam keadaan berhenti atau menepi di pinggir jalan.